Workshop ini merupakan program agenda yang dirancang atas kerjasama Ikatan Geograf Indonesia (IGI) dengan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi Se-Indonesia (FORPIMGEO). Beberapa latar belakang utama terselenggaranya agenda ini adalah sebagai berikut: (1) Kebutuhan riset pengembangan ilmu geografi yang mengarah pada skala tapak untuk setiap aktivitas kegiatan manusia memerlukan analisis yang detil dan mendalam terhadap fenomena-fenomena geografis, sehingga kebutuhan akan standar minimum laboratorium geografi diperlukan dalam rangka mendukung riset yang mampu menyelesaikan permasalahan geografis di masyarakat yang semakin kompleks, (2) Kebutuhan riset terapan ilmu geografis yang harus mampu memberikan solusi atas semua pertanyaan yang terkait dengan kesesuaian lokasi memerlukan pengukuran atas parameter-parameter lingkungan yang mempunyai presisi dan akurasi tinggi, oleh sebab itu, kebutuhan akan laboratorium dengan teknologi tinggi dan selalu terkini menjadi sebuah keharusan dalam perkembangan keilmuan geografi, (3) Kebutuhan akan adanya sebuah lokasi yang dapat dijadikan model kajian secara komprehensif sehingga dapat menunjukkan kepada masyarakat sebuah solusi geografis atas permasalahan lingkungan tertentu. Hal ini dapat termanifestasikan kedalam kebutuhan adanya laboratorium lapangan atau laboratorium alam yang bisa dimiliki oleh setiap perguruan tinggi bidang geografi, (4) Kebutuhan akan eksistensi keilmuan dapat dinilai dari keberadaan publikasi yang tinggi dan bereputasi, oleh karena itu, kebutuhan akan laboratorium dengan fasilitas yang memadai diharapkan mampu selaras untuk mendorong peningkatan publikasi dalam bidang ilmu geografi, (5) Pengembangan laboratorium di pendidikan tinggi memiliki fungsi dalam mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dan pengajaran, oleh karena itu, kebutuhan akan standar ukuran minimum laboratorium beserta fungsi serta rasio penggunaan alat dengan mahasiswa pengguna perlu menjadi perhatian, (6) Setiap perguruan tinggi perlu berkembang secara unik / khas menurut kebutuhan daerah dan kekuatan SDM – SARPRAS yang dimilikinya sehingga menimbulkan hubungan kolaboratif antar sesama institusi geografi, dan (7) Pengembangan laboratorium saat ini juga perlu mempertimbangkan keberadaan standar kualifikasi kerja nasional Indonesia (SKKNI), dikarenakan setaip SDM hasil pendidikan tinggi kedepan akan didorong untuk terkualifikasinya secara kompetensi bidang geografi. Selain itu, kebutuhan akan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di setiap daerah sangat tinggi, sehingga memudahkan para lulusan untuk mengambil sertifikasi kompetensi di daerah tersebut.

Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka dapat ditentukan ruang lingkup diskusi dalam workshop ini yaitu: (1) Pencapaian pembelajaran di masing-masing perguruan tinggi, nanti akan mempengaruhi posisi laboratorium, (2) Pengkategorian Jenis Laboratorium (Lab. Pendidikan atau Pengujian, Lab terpadu, Lab. Alam, dll), (3) Bidang Laboratorium (Bidang Geofisik, Geomanusia, GeoTeknik, GeoWilayah, Teknologi Informasi Geospasial, dll), (4) Kegiatan Laboratorium Berdasarkan Jenis dan Bidang (untuk pendidikan, penelitian, pelayanan, serta menunjang sesuai standar SKKNI), (5) Standar Minimal Alat dan Modul, (6) Personalia Laboratorium (pelatihan personil laboratorium: manajer, peneliti, dan operator), (7) Persyaratan Manajemen (Rancangan Dokumen, Organisasi, Sistem Manajemen, Pelayanan, Pengaduan, dll), (8) Sistem Penjaminan Mutu (penjaminan oleh internal dan eksternal lembaga akreditasi), dan (9) Skema Kerjasama dan Kolaborasi Pemanfaatan Laboratorium Anggota IGI (misal: skema pemagangan dosen, laboran, dan mahasiswa)