Secara kasat mata, sungai-sungai  saat ini penuh sampah, limbah, terutama sungai yang berada di daerah pemukiman dan perkotaan. Kalaupun sungai itu dikelola juga tidak memperhatikan ekosistem. Padahal sungai adalah bentang alam yang sangat berguna bagi manusia. Sungai memiliki banyak peran yang strategis diantaranya sebagai suplai air, menanggulangi banjir, menanggulangi kekeringan, alat transportasi, iklim mikro, kesehatan ekosisitem, jalur hijau, pendidikan, dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

Banyaknya manfaat yang diperoleh dari sungai ternyata tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sungai. Masyarakat tidak lagi memperhatikan sungai dan membiarkan sungai merana sehingga kelestariannya terancam. Oleh karena itu, restorasi sungai menjadi sebuah keniscayaan untuk mengembalikan jati diri sungai agar terwujud sungai yang bersih, sehat, produktif dan lestari.

Restorasi sungai merupakan perubahan paradigma dalam ilmu rekayasa sungai (river engineering) yaitu perubahan dari pola penyelesaian berdasarkan aspek teknik sipil hidro secara parsial menjadi penyelesaian terintegrasi aspek hidraulik, fisik, ekologi, dan sosial. Dengan demikian, restorasi sungai ini sejalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs). Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan” (menurut Laporan Brundtland dari PBB, 1987). Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Restorasi sungai merupakan penyelesaian terintegrasi untuk memperbaiki lingkungan sungai dengan memperhatikan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Menwujudkan dua hal tersebut secara bersamaan bukanlah perkara mudah. Dengan demikian, restorasi sungai merupakan solusi sekaligus tantangan bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Dilatarbelakangi oleh pemikiran tersebut Fakultas Geografi UMS bekerjasama dengan IGI (Ikatan Geograf Indonesia) dan Komunitas GRSI (Gerakan Restorasi Sungai Indonesia) akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Restorasi Sungai: Tantangan dan Solusi Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini merupakan ajang komunikasi antar penggiat geografi di Indonesia, sehingga dimungkinkan pertukaranide dan informasi dari hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang berkualitas dan memiliki daya guna untuk menunjang restorasi sungai-sungai di Indonesia.

Seminar ini terbuka membahas hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup sub tema berikut: (a) Restorasi Sungai dan Pembangunan Sumberdaya Fisik, (b) Restorasi Sungai dan Pembangunan Sumberdaya Manusia, (c) Konstribusi Bidang Pendidikan dalam Restorasi Sungai, dan (d) Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG untuk Restorasi Sungai. Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2018 bertempat di Hotel Pramesthi Kartasura, Sukoharjo

Adapaun secara lengkap mengenai kegiatan seminar tersebut dapat dilihat pada Link berikut: (http://semnasgeo.ums.ac.id/2018/). Untuk mendaftar menjadi pemakalah dan peserta silahkan kunjungi link (http://semnasgeo.ums.ac.id/submit/) atau klik di sini