Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Penyakit Wahn, Materialisme dan Korupsi


Drs. Priyono, M. Si

"Akan datang masa di mana kamu diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk." Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulallah?" Rasulullah bersabda, "Tidak, bahkan saat itu jumlahmu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kamu tertimpa penyakit 'wahn'." Sahabat bertanya, "Apakah penyakit 'wahn' itu ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Penyakit 'wahn' itu adalah terlalu cinta dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud)

 Hadis di atas merupakan ramalan Rasulullah saw 15 abad yang lalu yang menggambarkan kondisi umat islam yang tidak lagi dihargai, tetapi justru menjadi obyek “bancakan”. Bukan karena jumlah umat Islam yang sedikit, justru jumlahnya banyak namun hanya seperti buih di lautan yang mudah terombang-ambing kian kemari. Penyebabnya adalah karena kita terjangkit penyakit Wahn, yaitu kecintaan pada dunia secara berlebih dan takut akan kematian.

Ramalan tersebut kini terbukti benar-benar terjadi. Kehidupan kaum muslimin saat itu sangat jauh dari nilai-nilai yang telah dicontohkan oleh Rosulullah karena terlalu mencintai dunia. Umat Islam kini terjangkiti sebuah penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini pula yang menjadi penyebab umat islam menjadi bulan-bulanan umat lain.

Jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya. Maka orang yang mencintai dunia akan diperbudak harta dan kekayaannya. Bila seseorang telah diliputi rasa cinta akan dunia maka akan selalu merasa kekurangan akan kenikmatan dunia. Orang yang selalu merasa kurang akan dunia akan bersikap rakus dan tamak. Ia akan melakukan apapun untuk menumpuk harta dengan tanpa menghiraukan aturan agama. Makin cinta pada dunia, makin serakah. Bahkan, bisa berbuat keji untuk mendapatkan harta dan kekayaan yang diinginkannya. Pikirannya selalu dunia, pontang-panting siang malam mengejar harta dan kekayaan. Setali tiga uang dengan hal itu,  orang yang terlalu mencintai dunia akan sangat takut bila kehilangan kenikmatan dunia tersebut. Akibatnya, ia takut berpisah dengan dunia. Ia Takut sekali akan kematian yang akan memisahkannya dengan dunia yang dicintainya. Oleh sebab itu, sejatinya pencinta dunia itu tidak pernah merasa bahagia.

Pengaruh penyakit ini sangatlah besar dan mendalam, mengakibatkan rusaknya akhlak kaum muslimin,. Wahn menyebabkan rasa tamak kaum muslimin pada dunia sehingga terlalu menggebu-gebu dalam mencari harta dan kekayaan. Bisa tamak kekayaan, tahta,kedudukan,jabatan, dan tamak yang lain yang beorientasi pada kehidupan dunia. Perseteruan dan konflik disebabkan karena kepentingan dunia di atas sehingga umat gampang diadu domba dan sulitlah mendapatkan ketenteraman dan persatuan. Kita lalu ingat pemimpin inspiratif yang lisannya  membuahkan keteduhan,ketenteraman dan ketika berseberangan pendapat dengan Pemerintah atau siapapun, beliau tidak pernah membuat pernyataan di media massa tapi beliau bersilaturahim kepada yang berbeda pendapat untuk menjernihkan suasana dan agar tidak ada salah persepsi. Beliau sangat sederhana sehingga memimpin organisasi Keislaman sampai 22 tahun, jarang kita dapatkan pemimpin umat idaman , beliau adalah Kyai Haji Abdur Rozaq Fachruddin( AR Fachruddin ). Masih adakah tokoh sesederhana beliau di era global ini?

Secara detail mengenai artikel ini silahkan download di sini

Sumber: Jawa Pos Radar Solo

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar