Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Mobilitas Mahasiswa ke Luar Negeri: Antara Investasi dan Divestasi SDM


Drs. Priyono, M. Si.

Mobilitas Mahasiswa ke Luar Negeri: Antara Investasi dan Divestasi SDM

Mobilitas mahasiswa ke luar negeri untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bukanlah fenomena modern. Fenomena ini telah terjadi sejak era sebelum masehi dan semakin popular di era global saat ini. Di Indonesia sendiri, hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru karena sejak dekade awal kemerdekaan RI telah mengirim banyak mahasiswa ke luar negeri seperti misalnya B.J. Habibie yang dikirim oleh Presiden Sukarno belajar ke Jerman.

Dewasa ini jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan kuliah di luar negeri terus meningkat setiap tahun. Menurut organisasi Ikatan Konsultan Pendidikan Internasional Indonesia, terdapat 50 ribu mahasiswa Indonesia yang belajar ke luar negeri. Sejalan dengan itu, The British Council pada tahun 2014 memprediksi bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke luar negeri akan tumbuh 20% setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri semakin meningkat setiap tahunnya.

Tingginya pertumbuhan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke luar negeri tersebut tidak lepas dari kondisi stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi dan transisi demografi menuju bonus demografi yang terjadi di Indonesia. Pemerintah Indonesia saat ini sedang berusaha meningkatkan pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan mendorong mobilitas mahasiswa ke luar negeri melalui peningkatan jumlah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk studi ke luar negeri. Pengiriman mahasiswa ke luar negeri tak hanya besar dalam jumlah akan tetapi juga penting karena mereka akan menjadi tenaga kerja terdidik yang dibutuhkan pasar tenaga kerja . Mereka bisa menjadi agen perubahan bagi negerinya karena mereka memiliki ilmu, keahlian, dan pengalaman dari pendidikannya di luar negeri.

Investasi SDM

Pengiriman mahasiswa ke luar negeri merupakan bagian dari investasi SDM. Pembangungan SDM melalui pendidikan menyokong secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, dan karenanya pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang produktif dan tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang konsumtif tanpa manfaat balikan (rate of return) yang jelas. Tak terkecuali UMS yang berkomitmen untuk menjadi universitas yang unggul di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, juga mengirimkan tenaga pendidiknya untuk studi ke luar negeri. Sebagaimana tercantum dalam Laporan Tahunan Rektor UMS hingga tahun 2014 telah mengirim tak kurang dari 100 dosen untuk studi S2 dan S3 pada universitas-universitas di negara maju seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman dan lainnya. Fakultas Geografi UMS sendiri saat ini terdapat 2 orang dosennya yang tengah menempuh studi S3 masing-masing di University of Leeds Inggris dan di University of Canterbury, New Zealand.

Investasi modal manusia selalu berjangka panjang. Program pengembangan jangka panjang ini mempersiapkan manusia terdidik yang memiliki ilmu pengetahuan dan mempunyai kualitas yang tinggi, yaitu manusia yang berkaliber nasional dan internasional. Seperti diungkapkan Anies Baswedan, bahwa untuk menjadikan bonus demografi itu benar-benar menjadi modal nasional kuncinya adalah dengan mendidik generasi muda tersebut agar memiliki kompetensi global.

Namun demikian, negara tujuan studi memiliki perspektif yang berbeda karena mereka memandang mahasiswa internasional yang kuliah di negerinya sebagai sumber tenaga kerja terdidik. Laporan dari Stiftung Mercator tahun 2014 menunjukkan bahwa sejak awal dekade yang lalu, para pembuat kebijakan di negara maju (terutama Eropa) telah meningkatkan perhatian mereka kepada prospek

mahasiswa internasional sebagai sumber tenaga kerja terdidik. Dilatarbelakangi oleh populasi tua di negara-negara eropa, proyeksi lapangan kerja dan peningkatan kompetisi di tingkat global maka banyak negara eropa memberlakukan kebijakan yang memfasilitasi para mahasiswa internasional untuk masuk ke dalam dunia kerja setelah mereka menyelesaikan studinya. Bahkan beberapa tahun belakangan, negara-negara Uni Eropa telah membuat kebijakan imigrasi yang menjamin kepastian hukum status mahasiswa internasional dan memberi kesempatan mereka untuk mengakses

lapangan kerja baik selama maupun setelah lulus studi. Selain itu juga dibuat skema pencarian kerja pasca studi (post-study job seeking scheme) agar para mahasiswa internasional mudah mengakses dunia kerja di sana. Skema ini memberi ijin kepada mereka untuk tinggal selama 6 bulan, satu atau dua tahun untuk mencari pekerjaan.

Dengan demikian, kondisi tersebut tentu dapat berefek negatif bagi para pengirim mahasiswa internasional seperti Indonesia, yaitu meningkatkan kekhawatiran tentang hilangnya modal (divestasi) sumberdaya manusia terdidik, ketika mahasiswa tersebut memutuskan untuk tinggal dan bekerja di luar negeri daripada kembali ke negara asal mereka setelah menyelesaikan studi mereka. Hilangnya tenaga terdidik ini akhirnya mempengaruhi negara pengirim sehingga terjadi stagnasi ekonomi dan pemborosan dana publik yang diinvestasikan dalam pendidikan tinggi. Indonesia mengirim mahasiswa ke luar negeri dengan tujuan melakukan investasi SDM agar mendapatkan tenaga kerja terdidik. Sementara itu di sisi lain, negara maju yang menjadi tujuan belajar para mahasiswa Indonesia tersebut juga membutuhkan tenaga kerja terdidik. Pada titik inilah muncul konflik kepentingan antara Indonesia sebagai pengirim mahasiswa dengan negara maju tujuan belajar yang sama-sama membutuhkan tenaga terdidik.

Oleh karena itu, agar pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri dapat menjadi investasi maka para mahasiswa harus memiliki ikatan yang kuat dengan keluarga di Indonesia, mempunyai kontrak kewajiban untuk kembali ke Indonesia pasca studi, dan tersedia informasi yang komprehensif tentang tersedianya peluang kerja di Indonesia bagi mereka.

Posting 17 November 2015

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar