Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Bonus Demografi dan Kekerasan Anak


Drs. Priyono, M. Si.

Kasus kekerasan anak di negeri ini bukannya surut namun bertarnbah keras bahkan cenderung makin biadab. Setelah terbunuhnya Angeline di Bali, kini kembali muncul kasus kekerasan terhadap anak yang berujung kematian. Mulai dari ditemukannya mayat seorang siswa SD di pinggir jembatan Dusun Soko, Desa Bulurejo, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri (I/10/2015), disusul kasus

bocah perempuan yang ditemukan tewas dalam kardus di Jalan Sahabat, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat (2/10/2015), hingga ditemukannya mayat seorang anak di bawah jembatan Kampung Teneng, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten (2/10/2015). Ironisnva, anak tersebut dibunuh oleh ayahnya sendiri yang tega membunuh anaknya yang autis hanya karena merasa lelah mengurusnya.

Kasus kekerasan pada anak bentuknya semakin beragam dan rnenakutkan. Mulai dari kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan psikis, pembunuhan, perdagangan manusia (human traficking), penelantaran anak, eksploitasi ekonomi hingga perebutan hak asuh anak. Khusus kekerasan seksual mulai dari perkosaan, sodomi, pedofilian, serta bentuk percabulan lain sangat mendominasi kasus kekerasan pada anak yang teriadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Padahal anak adalah masa depan bangsa. jika perlakuan kita terhadap anak tidak tepat maka risikonya perkembangan bangsa di masa depan bisa terpuruk. Apalagi Indonesia telah beberapa tahun memasuki era bonus demografi. Hasil proyeksi penduduk 2010-2035 yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa bonus demografi diperkirakan bakal berlangsung hingga dua dekade mendatang. Maka saat inilah waktu yang tepat bagi kita untuk berperan menciptakan generasi emas Indonesla. Oleh karena itu, agenda besar pertama dan utama adalah menyangkut upaya untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anak dan menjaganya dari segala yang mengganggu tumbuh kembangnya. Untuk itu, setiap keluarga harus dapat menjalankan fungsinya dalam hal memberikan kepada anak perlindungan, pendidikan, ekonomi, agama, dan sebagainya. Hal tersebut bertujuan agar anak-anak dapat melewati dan menjalankan tugas perkembangannya dengan baik.

Demikian cuplikan artikel dari Drs. Priyono, M. Si yang tertuang dalam surat kabar harian Joglosemar tanggal 24/10/2015. Secara lengkap mengenai artikel beliau dapat di lihat di sini.

Posting tanggal 28 Nopember 2015

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar