Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Banjir Sebagai Hasil Proses Dinamika Alam dan Sosial Ekonomi


Paimin dan Priyono

Bencana banjir sering terjadi di seluruh tanah air dalam sebaran dan keragaman ruang dan waktu. Berbagai upaya penanggulangan telah banyak dilakukan, namun demikian hasilnya belum memberikan solusi yang berarti. Tulisan ini mencoba mengurai dinamika alam dan sosial ekonomi, baik pada daerah pemasok air banjir (daerah tangkapan air atau daerah aliran sungai) maupun daerah yang terkena banjir (kebanjiran). Diharapkan uraian tersebut bisa dipakai sebagai alat analisis permasalahan banjir secara sistematis dan rasional. Pendekatan analisis dinamika yang digunakan adalah rumus empiris Rasional untuk daerah pemasok air banjir, dan formula Manning untuk daerah kebanjiran. Parameter penyusun rumus Rasional yang bersifat dinamis adalah intensitas hujan dan koefisien limpasan yang dicerminkan utamanya oleh penutupan lahan. Dinamika alam dari iklim diindikasikan terjadinya sebaran pola hujan harian berurutan dan intensitas hujan. Sedangkan terjadinya perubahan bentang alam lahan, yang diindikasikan oleh penutupan lahan, tergantung dari tingkat intervensi manusia atau sosial terhadap lahan, terutama perkembangan penduduk. Jumlah penduduk yang terus bertambah mendorong pertambahan penyediaan pangan dan papan yang dicerminkan oleh semakin meluasnya konversi lahan pertanian menjadi pemukiman dan meluasnya penggunaan lahan untuk pertanian yang tidak sesuai dengan kemampuannya dan tanpa diiringi tindakan konservasi tanah dan air. Konversi lahan demikian menjadikan nilai koefisien limpasan semakin besar. Penggunaan formula Manning adalah untuk memahami dinamika dimensi penampang melintang sungai yang terganggu oleh pemukiman liar pada badan sungai maupun pemeliharaan bangunan pengendali banjir. Pengelolaan dimensi sungai sering terlambat mengimbangi dinamika pasokan air banjir yang terus bertambah. Upaya yang bisa dilakukan pada daerah pemasok air banjir adalah beradaptasi dengan dinamika hujan, dan menurunkan nilai parameter koefisien limpasan melalui peningkatan konservasi air dan tanah. Konservasi air pada daerah pemukiman padat memerlukan pertimbangan lebih matang. Agar dimensi sungai daerah kebanjiran cukup menampung pasokan air banjir maka pemukim dari badan sungai harus dipindahkan, dan perlu pengembangan serta pemeliharaan bangunan sungai yang sesuai dengan dinamika pada daerah pemasoknya. Secara lengkap makalah dapat di download di sini.

Posting: 03 Desember 2015

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar