Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Aplikasi Pendekatan Geografi untuk Mengatasi Bencana Kekeringan dan Kemiskinan Pada Daerah Karst di Pegunungan Sewu


Drs. Priyono, M. Si. dkk

Bencana kekeringan menjadi problem utama yang dialami oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah karst terutama daerah atas, tak terkecuali Desa Pucung, Eromoko, Wonogiri yang terletak di kawasan karst gunung sewu yang memiliki ketinggian 550m dpal yang ditinggali 4.139 jiwa yang setengahnya mengalami kekeringan di musim kemarau. Mereka bermata pencaharian sebagai petani dengan rata rata luas pemilikan lahan pertanian 0,4 ha per KK dan dipastikan setiap musim kemarau menghadapi masalah yang serius tentang ketersediaan air bersih,sampai sampai waktunya tersita untuk mendapatkan air dan penghasilan mereka yang rata rata Rp 600.000 per bulan tersedot hampir separohnya untuk membeli air. Makalah ini mendiskripsikan pemanfaatan ilmu geografi untuk mengatasi kekeringan agar kebutuhan air tercukupi melalui pengangkatan air sungai bawah tanah. Pengangkatan air bersih berhasil dilakukan berkat kolaborasi antara kegiatan minat-bakat kepencintaalaman dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Geografi dan sekaligus merupakan sinergi antara  tri dharma perguruan tinggi. Kegiatan ini berhasil menggandeng pihak eksternal yaitu Pemda Wonogiri dan Dewan Dakwah Jawa Tengah dengan menghabiskan dana sebesar Rp 600.000.000 yang dishare dari empat instansi(Geografi UMS+Giri Bahama,Pemda Wonogiri,Dewan Dakwah jawa Tengah,Pemdes Pucung+masyrakat Pucung) dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Pucung. Hasil penelusuran goa di Desa Pucung tersebut pada tahun 2000 oleh Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giri Bahama UMS menemukan keberadaan sungai bawah tanah pada koridor Goa Suruh. Sungai bawah tanah pada koridor goa Suruh yang bentuknya vertical ini memiliki aliran air yang konstan dan pada puncak musim kemarau memiliki debit rata rata 2 liter per detik dan layak untuk dikonsumsi masyarakat baik secara kuantitas,kualitas maupun sifat biologinya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penelitian survai,eksplorasi goa,interpretasi foto udara dan analisa data sekunder. Selanjutnya dirancang strategi pemanfaatan air sungai bawah tanah tersebut untuk mengatasi kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Pucung bagian utara. Strategi dibagi menjadi 4 tahap kegiatan yaitu: (1) eksplorasi dan penelitian, (2) kegiatan pra-pengangkatan, (3) pengangkatan, dan (4) pasca-pengangkatan air. Tahap eksplorasi meliputi survey speleologi, koleksi data mulut gua, mataair dan telaga dan 3 buah penelitian berkelanjutan dengan menggunakan alat penelitian geografi terapan. Kegiatan pra-pengangkatan air meliputi:sosialisasi keberadaan sungai bawah tanah, pelatihan pekerjaan vertikal dan penggalangan donator untuk biaya pengangkatan air. Kegiatan pengangkatan air meliputi: pembendungan sungai, instalasi listrik, pipa, pompa dan pembuatan reservoar. Kegiatan pasca-pengangkatan meliputi kegiatan pembentukan organisasi pengelola, pelatihan dan penyuluhan, penyempurnaan reservoar dan jaringan pipa air sampai ke rumah warga. Sejak tahun 2012 usaha ini berhasil dilakukan dan secara ekonomi memberikan penghematan pengeluaran penduduk terutama untuk membeli air dengan sangat signifikan yaitu sebesar 1.460 persen (semula Rp 50.000/m3 menjadi Rp 3.000/m3). Kegiatan ini selain menyelesaikan masalah kekeringan di musim kemarau, penyediaan air bersih yang bermartabat sekaligus memicu dilakukannnya kegiatan produktif di luar sektor pertanian misalnya peternakan dan perikanan. Secara lengkap artikel dapat di download di sini.

Posting: tanggal 22 Desember 2015

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar