Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Tragedi Kapal Zahro dan Konsep Inna Lillahi


Drs. H. Priyono, M.Si.

Pada hari pertama tahun 2017, publik dikejutkan oleh sebuah tragedi yang merenggut banyak nyawa manusia. Kapal penumpang Zahro Express terbakar di perairan Teluk Jakarta menyebabkan 23 korban meninggal dunia, 17 orang luka-luka, dan 17 lainnya masih dinyatakan hilang. Keinginan penumpang kapal Zahro Ekspres pada Minggu, 1 Januari 2017 untuk menikmati liburan tahun baru di Kepulauan Seribu kandas di tengah jalan karena baru sekitar 20 menit berlayar dari Muara Angke, kapal itu ludes terbakar.

Musibah yang datang secara tiba-tiba seperti terbakarnya kapal Zahro Expres tersebut, tentu sangat menakutkan bagi setiap orang. Apalagi jika musibah itu berujung pada kematian, tentu tak seorang pun yang ingin mengalaminya. Namun demikian, tiada seorang pun tahu kapan dan dimana ia akan menemui musibah. Musibah bisa datang dengan tiba tiba, tanpa permisi, tanpa bisa diduga lebih dahulu. Sang pemberi peringatan(kematian) datangnya tidak bisa diduga. Sabda Nabi: Beruntunglah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan tidak mempedulikan aib orang lain. Beruntunglah orang yang menginfakkan harta halal hasil jerih payahnya sendiri , duduk di majelis ilmu ahli fikih dan hikmah, dan bergaul dengan kalangan bawah yang miskin. Beruntunglah orang yang rendah statusnya tapi bagus achlaknya ,baik perangainya dan jauh dari keburukan.Beruntunglah orang yang menginfakkan kelebihan hartanya , menahan kelebihan lisannya, rajin mengamalkan sunah dan tidak tergoda berbuat bid’ah. Demikian khutbah Rosululloh yang disampaikan di atas untanya yang bernama Jad’a.(Nawaf Al-Jarrah, Buku Pintar Khutbah Rosululloh,hal 513). Secara lengkap artikel dapat diunduh di sini

 

Upload tanggal 20 Januari 2017

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar