Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Momentum 212 dan Ukhuwah Islamiyah


Drs. Priyono, M. Si.

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allaah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara.”

 (QS. Ali Imran :103).

Hari ini, 2-12-2016, tak terbayangkan betapa bahagia dan haru-birunya perasaan seluruh ummat Islam Indonesia. Bagaimana tidak? Ratusan ribu, bahkan mungkin sejuta lebih ummat Islam dari berbagai golongan dan ormas Islam berkumpul bersama dalam Aksi Bela Islam Jilid III yang digelar di Monas. Peristiwa hari ini juga popular disebut sebagai Aksi 212.

Aksi hari ini merupakan unjuk rasa lanjutan terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Aksi Bela Islam III kali ini dilakukan dengan menggelar zikir dan doa untuk keselamatan negeri, serta tausiyah dari ulama dan umaro di lapangan Monas dan sekitarnya dari pagi hingga shalat Jumat. Ummat Islam dari seluruh penjuru tanah air itu tumplek blek di lapangan Monas. Mereka meskipun beraneka suku, ras, dan golongan dapat bersatu padu hanya karena keimanan dan keislamannya.

Dengan demikian, peristiwa 212 ini merupakan momentum akbar yang menunjukkan Ukhuwah Islamiyah di Indonesia. Ukhuwah Islamiyah merupakan kekuatan yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Dengan berukhuwah akan timbul sikap saling menolong, saling pengertian, dan tidak menzhalimi harta maupun kehormatan saudara seiman. Kesemua sikap itu muncul karena keimanan kepada Allah sahaja.

Sebaliknya, berpecah-belah adalah musuh utama dari ukhuwah. Sebagaimana peribahasa mengatakan: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Allah SWT juga melarang ummat islam berpecah belah sebagaimana firman-Nya dalam QS Ali Imron ayat 103 yang artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allaah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara.”

 Persaudaraan ummat islam ini diibaratkan seperti satu tubuh. Sebagaimana sabda Rosulullah dalam HR. Bukhari dan Muslim bahwa, “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh jasad juga merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.”.

Hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa 212 ini antara lain adalah:

  1. Terciptanya solidaritas yang kuat antara sesama muslim. Dari sikap inilah kaum muslimin akan makin kuat dalam berbagai hal karena mereka akan punya “kecenderungan” untuk saling tolong-menolong dalam berbagai hal, termasuk secara ekonomi dan politik.
  2. Terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa Ummat Islam adalah mayoritas di negeri ini, sehingga apabila ummat Islam bersatu teguh maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pun akan tetap utuh dan kukuh.
  3. Terciptanya kerukunan hidup antara sesama warga bangsa. Persaudaraan dalam Islam sesungguhnya tidak saja mencirikan kualitas ketaatan seseorang terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya, melainkan juga merupakan salah satu kekuatan perekat sosial untuk memperkokoh kebersamaan sesama warga bangsa.

Betapa indahnya Ukhuwah Islamiyah yang ditunjukkan di Monas hari ini. Bila umat Islam terus berkesinambungan melakukannya, tentunya terasa lebih teguh iman di hati dan terasa indah hidup dalam kebersamaan ini. Kesatuan barisan ummat berarti bersatunya tujuan tanpa menghilangkan perbedaan. Inilah kekuatan sesungguhnya dari ummat Islam. Tak heran jika lahir ungkapan yang menyatakan bahwa perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah ini.

Maka Aksi 212 ini harus dijadikan momentum untuk meneguhkan ukhuwah islamiyah di Indonesia. Jangan hanya berhenti di 212, jangan hanya berhenti di Monas, jangan hanya berhenti di DKI Jakarta. Energi 212 ini harus dipelihara dan disebarkan ke seluruh Indonesia agar merasuk ke segenap sendi-sendi kehidupan ummat Islam baik di bidang sosial, ekonomi, bahkan politik!

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu…

 

Upload Tanggal 18 April 2017

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar