Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Ketidakadilan dan Kehancuran Orang-orang Terdahulu


Drs. Priyono, M. Si.

Wahai manusia sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang yang sebelum kalian adalah sikap mereka yang apabila yang melakukan kejahatan mencuri adalah orang yang terpandang mereka membiarkannya (tidak menghukumnya). Namun bila yang mencuri di tengah mereka adalah orang yang lemah, maka mereka menegakkan hukum atasnya. Demi Allah SWT seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Prof. Dr. Mahfudz MD dalam dialog dengan tema "Merekatkan Bangsa" di acara Hut TV One yang disiarkan secara live pada Selasa malam, 14 Februari 2017 yang lalu menyampaikan bahwa persoalan bangsa sekarang ini adalah persoalan penegakkan keadilan, persoalan tidak tegaknya hukum, bukan masalah etnis ataupun agama. Bahkan Prof Mahfudz menegaskan bahwa keadilan di berbagai lini sekarang ini lumpuh.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait dengan “kegaduhan” yang melanda negeri ini sejak 5 bulan terakhir. Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Seribu dianggap menistakan agama sehingga memicu serangkaian aksi unjuk rasa yang diadakan di seluruh Indonesia, terutama di ibu kota Jakarta. Para pengunjuk rasa itu menuntut menuntut agar penista agama itu diadili seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.

Namun rupanya setelah berbulan-bulan berlalu, penuntasan kasus penistaan agama tersebut belum kunjung tuntas, sehingga wajar jika Prof Mahfudz MD sebagai seorang ahli hukum dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa persoalan yang memicu “kegaduhan” yang telah menyedot energi seluruh bangsa ini selama beberapa bulan terakhir adalah persoalan belum ditegakkannya keadilan, bukan masalah etnis ataupun masalah agama.

Padahal, jika keadilan tidak ditegakkan maka sebuah negara bisa hancur. Banyak contoh negara yang hancur karena tidak ditegakkannya keadilan. Dari zaman Mesir kuno hingga zaman modern, telah banyak kerajaan dan negara yang hancur karena merajalelanya ketidakadilan. Contoh klasiknya adalah kerajaan yang dipimpin oleh Firaun dan Namrud yang runtuh karena kesewenang-wenangan terhadap keadilan.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Rosulullah dalam hadits yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim: “Wahai manusia, sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang yang sebelum kalian adalah sikap mereka yang bila yang melakukan kejahatan mencuri adalah orang yang terpandang mereka membiarkannya (tidak menghukumnya). Namun bila yang mencuri di tengah mereka adalah orang yang lemah, maka mereka menegakkan hukum atasnya. Demi Allah SWT seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Demikianlah Rasulullah SAW menyatakan bahwa yang menghancurkan sebuah masyarakat, bangsa ataupun negeri terdahulu adalah apabila hukum telah “pandang bulu”, dimana hukum diberlakukan kepada orang yang lemah sementara kepada orang yang kuat ataupun terpandang, hukum tidak ditegakkan.  Mengingat sangat krusialnya penegakkan keadilan ini, bahkan Rosulullah sampai menyatakan bahwa seandainya jika putri beliau yang paling dicintainya yang melanggar hukum maka beliau sendiri yang akan menghukumnya. Di sini Rosulullah ingin menunjukkan bahwa hukum harus ditegakkan seadil-adilnya dengan tanpa pandang bulu. Tidak ada perbedaan apakah sanak keluarga atau bukan, tidak memandang apa etnis dan agamanya, tidak peduli pejabat ataupun rakyat jelata, semua sama dalam perlakuan hukum.

Inilah salah satu bukti kesempurnaan ajaran Islam, dimana Islam sangat menjunjung tinggi penegakkan hukum dan keadilan. Hal ini tersurat dalam banyak ayat-ayat Al Qur’an baik yang turun di Mekah maupun di Madinah, memerintahkan manusia berbuat adil dan melarang kedzaliman. Salah satunya adalah surat An Nisa ayat 28 yang artinya: 'Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang kuat menegakkan keadilan, menjadi saksi kebenaran karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu-bapak dan kaum kerabatmu.'

Al Qur’an telah mengingatkan manusia agar berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan keadilan. Menegakkan keadilan merupakan salah satu misi utama dari syariat Islam. la berfungsi untuk menetapkan kebenaran dan menghapus kedzaliman. Sebab keluar dari prinsip keadilan berarti sebuah kezhaliman. Karena adil itu artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan hak kepada masing-masing yang memiliki hak.

Maka dari itu, keadilan merupakan kunci yang menentukan ketentraman kehidupan manusia di muka bumi sehingga manusia harus berlaku adil terhadap diri, keluarga, dan masyarakatnya. Diabaikannya keadilan akan menimbulkan keguncangan dalam masyarakat, seperti putusnya hubungan cinta kasih sayang sesama warga bangsa, tertanamnya rasa dendam dalam hati, munculnya kebencian, iri, dengki dan sebagainya. Kesemua itu akan berujung pada permusuhan yang menjerumuskan pada kehancuran sebuah masyarakat dan bangsa.

Maka mari kita hindarkan negeri ini dari kehancuran dengan berbuat adil dalam setiap tindakan kita sehari-hari. Selain itu juga, kita doakan bersama semoga para pemimpin negeri ini kembali ke jalan yang lurus dan diberi kekuatan untuk mengakkan keadilan di negeri ini. Aamiin.

 

Upload Tanggal 27 Mei 2017

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar