Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Spirit Idul Qurban dalam Mengisi Kemerdekaan


Drs. Priyono, M. Si.

Ada 2 peristiwa penting yang jaraknya berdekatan tidak lebih dari 2 minggu berselang yaitu peringatan kemerdekaan RI yang ke-72 pada 17 Agustus 2017 dan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban yang tahun ini akan jatuh pada tanggal 1 September 2017 nanti.  Kedua peristiwa tersebut sama-sama memiliki makna yang penting bagi umat Islam di Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa maha penting yang diperingati oleh seluruh elemen Bangsa Indonesia. Kemerdekaan adalah cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bangsa di mana pun berada tak terkecuali bangsa Indonesia yang telah mengalami masa penjajahan yang sangat panjang. Proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia berarti berakhirnya masa penjajahan dan mulainya kehidupan sebagai bangsa merdeka. Proklamasi kemerdekaan merupakan titik puncak dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan. Kemerdekaan tersebut diperoleh setelah perjuangan panjang oleh orang-orang yang bersedia berkurban bagi bangsanya. Merekalah para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan harta dan nyawanya bagi tercapainya kemerdekaan bagnsa ini. 

Sementara itu, sudah tidak diragukan lagi betapa besar peran umat Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Para pejuang di seluruh penjuru tanah air, bersatu bahu-membahu. Mereka memiliki semangat perjuangan tanpa kenal menyerah dengan ruh ke-Islaman yang membara di dalam dada. Mereka menilai bahwa perjuangan merebut kemerdekaan adalah bagian dari jihad di jalan Allah. Oleh karena itu jugalah maka mereka selain disebut sebagai pahlawan, juga dijuluki sebagai syuhada. Maka kemerdekaan yang kita raih adalah bukti nyata dari pengorbanan yang sangat besar dari umat Islam.

Atas berkat rahmat Allah akhirnya kemerdekaan itu diraih. Kemerdekaan pun disambut dengan luapan kegembiraan yang tiada tara. Bahkan luapan kegembiraan kemerdekaan terus berlanjut hingga kini. Kegembiraan atas kemerdekaan masih terasa dan diperingati setiap tahun dengan mengadakan acara Tujuhbelasan setiap bulan Agustus. Berbagai hal dilakukan mulai dari mengadakan berbagai lomba, memasang umbul umbul, lampu hias gemerlapan, mengibarkan bendera merah putih, hingga dangdutan semalam suntuk.

Namun demikian, kemerdekaan itu merupakan karunia Allah dan terwujud berkat pengorbanan para syuhada kita sehingga kita dituntut untuk menggunakan dan mengisi kemerdekaan itu sesuai dengan cara yang dikehendakiNya. Maka mengisi kemerdekaan tidak cukup hanya dengan peringatan hari kemerdekaan setiap bulan Agustus an sich. Melainkan, kemerdekaan yang kini kita nikmati harus diisi dengan spirit (semangat yang menjiwai) yang sama dengan spirit para syuhada dahulu ketika melawan penjajah, yakni spirit pengorbanan.

Bagi umat Islam sendiri, sejatinya spirit pengorbanan bukanlah hal yang berat karena setiap tahun telah terbiasa berqurban saat Idul Adha tiba. Secara kontekstual Idhul Adha tersebut mengajarkan kita untuk mengenang kembali spirit peristiwa heroik pengorbanan dalam sejarah peradaban umat manusia yang terabadikan dalam Kitab suci Al Quran. Kisah tersebut merupakan manifestasi ketulusan cinta dan pengabdian Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada Allah SWT. Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahin untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Maka Allah mengakhiri kisah dramatis ini dengan menggantikan Ismail seekor domba, sebagaimana dilukiskan dalam surat As-Shafat ayat 106-107: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Allah pun kemudian mensyariatkan bagi umat Nabi Muhammada untuk melaksanakan penyembilihan hewan kurban seperti firman Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah”

Idul Adha tidak saja menyimpan sejuta makna dan spirit, ia tidak sekedar merayakan hari raya haji, tapi juga merupakan hari raya yang menekankan pentingnya kita untuk berkurban. Nilai rela berkorban menjadi semakin lebih bermakna apabila teraplikasi dalam perbuatan. Sebagaimana pesan seorang mantan Presiden AS, John F. Kennedy: Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!

Namun demikian jikalau kita berkaca pada kondisi bangsa Indonesia yang telah merdeka 72 tahun ini masih kita saksikan berbagai krisis mulai dari krisis ekonomi, krisis sosial, krisis politik, krisis moral hingga krisis lingkungan yang sampai kini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.. Itu semua antara lain karena kurangnya rasa cinta dan pengorbanan bagi bangsa.

Maka Idul Qurban yang sebentar lagi kita rayakan itu, akan menjadi pengingat kita semuanya bahwa spirit berkorban sangat diperlukan dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini, baik berkorban untuk masyarakat, berkorban untuk warga, maupun berkorban untuk lingkungan tempat kita hidup. 

 

Upload tanggal 11 Oktober 2017

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar