Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:


Dua (2) Proposal PKM Geografi Lolos Seleksi DIKTI Tahun 2014


Rudiyanto

KAJIAN BENCANA PUTING BELIUNG DENGAN DIGITAL GEOMORPHOLOGY MODEL DI SUBOSUKOWONOSRATEN [PKMP]

Kusuma Prayoga Basuki Putra, Sarif Hidayat, Muhammad Fahrudin  

Di Wilayah Subosukowonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo,  Wonogiri, Sragen, Karanganyar, dan Klaten) pada bulan September-oktober 2013,  setidaknya terdapat beberapa kejadian bencana angin puting beliung. Seperti yang  terjadi di Wonogiri terjadi dibeberapa desa seperti  Dusun Bulu dan Dusun Blimbing, Desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran serta Dusun Pakel, Desa  Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono (KRjogja.com, 2013). Angin puting beliung sulit terdeteksi oleh satelit. Sehingga saat kejadian data petugas tidak dapat mengetahuinya, selain itu cakupannya hanya 2 kilometer dan waktu kejadian kurang dari 10 menit. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan studi terkait bencana angin puting beliung menggunakan Digital Geomorphology Model, yaitu dengan mempelajari pola pergerakan angin berdasarkan kejadian bencana dan geomorfologi permukaan di wilayah Subosukowonosraten. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer berupa Peta RBI wilayah Subosukowonosraten dan Citra SRTM 30 m  pada  daerah yang sama, sedangkan data Sekunder berupa kecepatan angin, tekanan udara, rekaman lokasi kejadian bencana puting beliung bersumber dari media massa, BNPB dan BMKG tahun 2010-2013, citra satelit Landsat 8 dan NOAA.  Analisis yang dilakukan adalah analisis spasial dan ekologi, yang mana pada analisis ini mengaitkan antara rekaman kejadian bencana dengan bentuk geomorfologi permukaan pada daerah-daerah yang pernah terjadi bencana.

 

PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BAWAH TANAH UNTUK KONSUMSI MASYARAKAT DESA PUCUNG KECAMATAN EROMOKO KABUPATEN WONOGIRI

Manzilina Nur Jannah, Wahyu Aji Willyantoro, Reksa Pambudi Rahman 

Kawasan Karst Gunung Sewu sebagai bentang alam yang khas telah lama dihuni oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seiring  dengan bertambahnya jumlah penduduk maka berbagai kebutuhan semakin meningkat, salah satunya adalah kebutuhan akan air terutama air bersih. Besarnya konsumsi air perkapita penduduk Indonesia tidak akan sama antar satu tempat dengan tempat lainnya, hal ini dipengaruhi oleh sistem kesediaan air pada masing-masing daerah, sehingga ketersediaan air pada tiap-tiap daerah akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum untuk kebutuhan rumah tangga. Konsumsi air pada daerah pedesaan berkisar antara 60-80 liter/orang/hari, sedangkan didaerah perkotaan berkisar antara 60-150 liter/orang/hari (Soenarso Simoen, dalam Jauhari 2002). Salah satu daerah yang termasuk kawasan karst di Indonesia adalah Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri, di daerah tersebut masyarakatnya  dihadapkan pada masalah penyediaan air terutama untuk keperluan sehari-hari pada musim kemarau. Pada keadaan sekarang air yang terdapat pada sistem sungai bawah tanah tersebut sudah terangkat tetapi yang menjadi pokok permasalahan yang timbul saat ini adalah masalah sosial masyarakat Desa Pucung, yang mana akibat dari kurang meratanya pendistribusian air kemasyarakat.  Dengan adanya permasalahan sosial yang timbul di daerah ini peneliti mencoba membantu dalam penyelesaian masalah yang nantinya masyarkat tidak merasa adanya kesenjangan sosial akibat tidak meratanya pendistribusian tersebut dengan cara mengadakan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan taraf ekonomi masyarakat dalam bentuk sosialisasi yang akan dilaksanakan di Desa Pucung.  Didalam sosialisasi peneliti mengajak masyarakat untuk mengajukan kerjasama kepada pemerintah daerah untuk membuat bak-bak saluran air di setiap dusun serta membeli peralatan penunjang yang dibutuhkan agar pendistribusian air dapat merata ke setiap dusunnya.

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar