Subscribe News


 
E-mail
Name

 

Anda Pengunjung Ke:

free html visitor counters

User:

Selamat Datang,

Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah lembaga pendidikan tingkat Strata 1 (satu) yang berdiri pada Tahun  1983/1984 dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan dan pengajaran dalam bidang Ilmu Geografi dengan tingkat kompetensi unggul.Sarjana handal yang telah lulus dari Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta berkeahlian dalam Ruang dan Wilayah yang taat pada asas pendekatan keilmuan keruangan (spatial), lingkungan (ecology), dan kompleks wilayah (regional complex).

Selanjutnya ...



Pilih Halaman:
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20] [21]

Ramadhan yang Membekas

Tak terasa, 2 minggu sudah kita meninggalkan bulan Ramadhan dan menjalani bulan Syawal. Ada satu pertanyaan besar yang seharusnya kita ajukan pada diri kita masing-masing: Bekas-bekas kebaikan apa yang terdapat pada diri kita setelah keluar dari madrasah bulan Ramadhan?

Tujuan disyariatkannya puasa ramadhan yang secara tegas dijelaskan dalam QS.Al-Baqarah ayat 183 adalah untuk membentuk pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah. Firman Allah dalam QS. Ali Imran 134-135 menjelaskan defenisi seorang yang bertaqwa, yang artinya sebagai berikut :

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau munkar atau aniaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahuinya”

Selanjutnya ...

Hercules, Ramadhan, dan Ujian Kesabaran

Indonesia kembali berduka. Kali ini karena kecelakaan yang dialami oleh Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU yang jatuh di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) sekitar pukul 12.08, dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, ketika hendak menuju Tanjung Pinang. Pesawat tersebut jatuh menghantam 2 ruko dan merusak bangunan lainnya. Dalam manifes pesawat Hercules yang jatuh tersebut tercatat ada 101 penumpang dan 12 kru. Ironisnya, seluruh penumpang dan kru pesawat tersebut diperkirakan meninggal dunia. Banyaknya korban yang meninggal tentu menyisakan kesedihan mendalam bagi seluruh elemen bangsa, terutama bagi orang tua yang kehilangan anaknya, istri yang kehilangan suaminya, anak yang kehilangan ayahnya, dan keluarga yang kehilangan kepalanya. “Kepergian” para korban yang sangat tiba-tiba tersebut tentu menjadi cobaan yang tidak ringan bagi para keluarga korban sehingga membutuhkan kesabaran yang ekstra besar dalam menghadapinya. Terkait kesabaran, bukan sebuah kebetulan jika jatuhnya Pesawat Hercules C-130 ini bertepatan dengan hari ke-13 puasa Ramadhan. Dan Rasulullah SAW dalam hadits yang shahih menamakan bulan puasa dengan syahrush shabr (bulan kesabaran).

Selanjutnya ...

9 Judul Makalah Dosen Geografi UMS Presentasi pada PIT IGI XVIII di Jakarta

PIT IGI merupakan salah satu pertemuan ilmiah yang diselenggarakan setiap tahun dan selalu berganti-ganti lokasi. Adapun tema PIT IGI pada tahun 2015 ini adalah “PARADIGMA GEOMARITIM: STRATEGI MEWUJUDKAN POROS MARITIM DUNIA DALAM PERSPEKTIF GEOGRAFI”. Adapun dari tim Fakultas Geografi UMS yang berangkat mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 9 tim. Adapun perinciannya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

Selanjutnya ...

Developing Web-Based GIS Application for Managing Billboard Retribution in Surakarta City

Billboard retribution is important source of income for the government of Surakarta. However, during the period of 2010-2013, the average contribution of the billboard retribution to PAD Surakarta reached only 3%. Surakarta city is the center of economy and business in the region so that the potential contribution of the billboard retribution to PAD Surakarta can be improved if the billboards are planned, monitored, evaluated and well documented.

The purpose of this research is developing spatial-based software to support the management of the billboard in the city of Surakarta.

Geographic Information System is a tool that can be used to perform spatial planning, monitoring and administrating so that each billboard utilization data point and tenant identity can be saved with geographical references.

Selanjutnya ...

Geographers Role in Lifting Underground River Water to Overcome Drought in the Karst Region

Drought becomes a major problem faced by most of the people who live in karst areas, especially at the upper area, not to mention the Pucung village, Eromoko, Wonogiri, Central Java. Pucung village inhabited by 4,139 people which half of them experiencing severe water shortages in the dry season. In fact, their average income is only Rp 600,000 per month in which nearly half of that income spent to buy water.

This paper describes the role of geographer in lifting the underground river water to overcome the drought in Pucung village. The role consist four phases of activities, namely: (1) exploration and research that includes cave mouth detection using infrared aerial photographs scale of 1: 10,000, speleological surveys, and 3 sustainable research; (2) Pre-lifting activities that include socialization of the existence of an underground river, vertical job training and raising donor to the cost of lifting of water; (3) Water lifting activities that include underground river damming, electrical installation, plumbing, pump and reservoir manufacture; and (4) Post-lifting activity that includes the establishment of water distribution management organization, organizational training, improvement of reservoirs and water pipelines down to houses

Selanjutnya ...

Empowering Farming Community in Respect to Water Resource Management

Pucung village located in the Mount Sewu karst region which is the area near the top with a height of 550 m dpal. The village has a population of 544 families with 4,190 people which more than half (2,350 people) have difficulty getting clean water for daily use. Most residents work as farmers with an average land holding of 0.4 ha. The average income of farmer families is IDR 600,000 per month. When the dry season comes, they have to lose half of their income to buy water. Although since 2013 the lifting of underground river water from the Suruh Cave successfully meet the needs of clean water in the Pucung village, however, the distribution of water encountered some constraints, namely: first, the pumping discharge is still a little so that the availability of water for the population is still lacking; and second, the uneven distribution of water causing social problems such as jealousy between residents who already get water to residents who do not get water.

Selanjutnya ...

Community Empowerment of Underground River Water Management in Pucung

Pucung village located in the Mount Sewu karst region which is the area near the top with a height of 550 m dpal. The village has a population of 544 families with 4,190 people which more than half (2,350 people) have difficulty getting clean water for daily use. The average income of families is IDR 600,000 per month. When the dry season comes, they have to lose half of their income to buy water. Although since 2013 the lifting of underground river water from the Suruh Cave successfully meet the needs of clean water in the Pucung village, however, the distribution of water encountered some constraints, namely: first, the pumping discharge is still a little so that the availability of water for the population is still lacking; and second, the uneven distribution of water causing social problems such as jealousy between residents who already get water to residents who do not get water.

Selanjutnya ...

Aplikasi Pendekatan Geografi untuk mengatasi Bencana Kekeringan

Bencana kekeringan menjadi problem utama yang dialami oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah karst terutama daerah atas, tak terkecuali Desa Pucung, Eromoko, Wonogiri yang terletak di kawasan karst gunung sewu yang memiliki ketinggian 550m dpal yang ditinggali 4.139 jiwa yang setengahnya mengalami kekeringan di musim kemarau. Mereka bermata pencaharian sebagai petani dengan rata rata luas pemilikan lahan pertanian 0,4 ha per KK dan dipastikan setiap musim kemarau menghadapi masalah yang serius tentang ketersediaan air bersih,sampai sampai waktunya tersita untuk mendapatkan air dan penghasilan mereka yang rata rata Rp 600.000 per bulan tersedot hampir separohnya untuk membeli air

Selanjutnya ...

Mahasiswa Geografi UMS Presentasi di International Conference ASIRPA, Indiana, USA

Sebuah prestasi ditorehkan mahasiswa Fakultas Geografi UMS (Anissa Megia Sari), karena berhasil mengikuti dan memprerentasikan makalahnya pada forum internasional ASIRPA (Asian Society for International Relations and Public Affairs) di Ohio State University, Indiana USA

Selanjutnya ...

Kebakaran Hutan dan Etika Lingkungan

Kebakaran Hutan dan Etika lingkungan

Oleh Drs. Priyono, M.Si

“Tidaklah seorang muslim yang menanam tumbuhan anu bercocok tanam, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya." (HR Bukhari)

Bulan ini Indonesia sudah memasuki fase El-Nino Moderat, sehingga curah hujan makin berkurang dibanyak wilayah, bahkan beberapa daerah sudah mengalami kekeringan ekstrim. Kekeringan berkepanjangan tersebut memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama lahan gambut yang mudah terbakar.

Selanjutnya ...

Contact Us

Fakultas Geografi UMS
Surakarta: Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta
Telp. 62-271-717417 ext 151-153

Galery






Calendar