Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Daring dan Wajah Dunia Pendidikan Kita Bila Covid-19 Tak Kunjung Reda?

Tak terasa tahun ajaran baru 2020/2021 pun telah dimulai, tapi pendemi covid-19 masih belum menemui titik terang, dengan kata lain model pembelajaran masih dilaksanakan secara daring. Hal tersebut tentunya sudah bukan menjadi persoalan yang baru lagi, mengingat hampir satu semester sebelumnya pendidikan sudah dilaksanakan secara daring. Sudah dapat dipastikan selama pembelajaran virtual banyak dialami kendala, mulai persoalan sistem, jaringan,keuangan sampai pada konten atau materi kuliah. Penerapan berbagai aplikasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konten meskipun disadari bahwa setiap aplikasi punya request masing masing. Kondisi keragaman spasial di wilayah Indonesia berujung pada kualitas pendidikan model daring sperti sulitnya jaringan, tidak memiliki hp android sampai kepiawaian menggunakan jasa IT.

Meskipun penyebaran pandemi covid-19 masih tergolong masif, akan tetapi dunia pendidikan tidak boleh berhenti begitu saja. Banyak hal yang dapat kita lakukan agar perputaran roda transfer ilmu tetap berjalan dengan maksimal. Satu-satunya cara yaitu dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Semester pertama pelaksanaan pembelajaran daring mungkin masih banyak menuai pro dan kontra, pasalnya hal tersebut baru pertama kalinya diterapkan sehingga masih banyak adaptasi yang harus dilakukan. Di harapkan pelaksanaan pembelajaran daring pada semester ini sudah melewati tahap evaluasi sehingga dalam pelaksanaannya dapat lebih baik dari sebelumnya. Belajar dari pengalaman pembelajaran virtual di Universitas Muhammadiyah Surakarta(UMS), sebagai salah salah satu Perguruan Tinggi yang sangat diminati(jumlah mahasiswa baru tahun ini mencapai 8.300 ), UMS memberi perhatian yang serius dari Bapak Rektor dengan memberikan pelatihan online mulai dari persiapan sampai penilaian.  Melalui Lembaga Jaminan  Mutu UMS, setiap tahap pembelajaran daring ada treatment dan ada monitoring bahkan ada kriteria  apa yang yang harus diupload dalam setiap tatap muka. Setiap dosen wajib upload dalam setiap pembelajarannya misalnya : Perencanaan kuliah dalam wujud RPS(Rencana Pembelajaran Semester),PPT bernarasi,Vidio,Modul pembelajaran,materi kuliah/buku ajar,forum diskusi, add home assignment. Ini merupakan jaminan mutu standar pembelajaran dengan daring di UMS.

Memang sebenarnya pembelajaran jarak jauh seperti ini sangat kurang efektif, akan tetapi karena kondisi yang masih belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka secara langsung memaksa seluruh elemen pelajar ajar untuk belajar melalui layar gadget atau personal computer masing-masing.

Tentu saja dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh seperti ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang dirasakan baik pengajar atau pelajar. Keunggulan dari program pembelajaran daring atau jarak jauh yaitu guna mengurangi kontak fisik pelajar dengan lingkungan luar sehingga risiko penyebaran covid-19 dapat ditekan semaksimal mungkin. Hal tersebut tentu saja menjadi fokus utama yaitu memutus mata rantai penyebaran covid1-19, karena hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangani virus tersebut.

Namun, tidak sedikit kelemahan dari program pembelajaran daring atau jarak jauh yaitu pelajar/mahasiswa menjadi malas dan kurang antusias saat pembelajaran sedang berlangsung. Bahkan beberapa ada yang terkesan abai dengan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru/dosen. Di sini mereka kehilangan jati dirinya sebagai seorang pelajar.

Selain itu beberapa pengajar ada yang hanya berfokus pada pemberian tugas saja tanpa adanya diskusi dengan anak didiknya. Padahal di saat seperti ini kita harus lebih menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari stress yang berlebihan akibat beban kerja yang terlalu berat.

Sejatinya proses pembelajaran bukan hanya semata-mata kegiatan menyalurkan ilmu secara akademik saja, akan tetapi lebih pada pembentukan karakter penerus bangsa. Apabila pembelajaran online hanya berpusat pada pemberian tugas-tugas saja lama-kelamaan mahasiswa akan jenuh dan mulai abai dengan tugas yang diberikan oleh dosen.

Dengan demikian, apabila pandemi covid-19 tak kunjung reda maka mutu pendidikan pun akan mengalami penurunan. Mengapa demikian? Karena masih banyak pelajar/mahasiswa yang mengalami kendala dalam mengakses materi perkuliahan terutama mereka yang tinggal di daerah pelosok. Untung saja dari KEMENDIKBUD (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan subsidi kuota yang dapat digunakan untuk mengakses beberapa website pembelajaran dan platform yang biasa di gunakan untuk pembelajaran daring. Motif pembelajaran sebagai filosofi mendasar harus selalu ditanamkan kepada dosen maupun mahasiswa bahwa yang bisa merubah mutu pendidikan yang lebih baik adalah keduanya. Sepajang filosofi tersebut bisa diimplementasikan, harapannya mutu pembelajaran dapat ditingkatkan.

Memang masalah koneksi internet menjadi kendala utama dalam perkuliahan daring, meskipun pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin menyediakan fasilitas berupa subsidi kuota, apabila daerahnya sinyal internet masih sulit masuk, hal tersebut sama saja pelajar masih kesulitan mengakses materi pembelajaran.

Harapannya meskipun pembelajaran dilakukan di tengah pandemi covid-19 yang masih belum reda dan secara online, akan tetapi setiap pelajar/mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan. Dengan demikian semoga kedepannya tidak ada lagi kendala bagi pelajar/mahasiswa bangsa ini yang kesulitan untuk mengakses materi pembelajaran agak tidak terjadi kebodohan masal akibat pandemi covid-19 yang tak kunjung henti. Semoga setiap mahasiswa dan dosen semakin meningkatkan mutu pembelajarannya dan mutu belajarkan di masa pandemic ini sehingga target kompetensi bisa dicapai dengan baik dengan selalu belajar dari pengalaman masa lalu. (*)

 

(*) Artikel ini juga telah dipublikasikan pada Pasundan Ekspress dengan link: https://pasundan.jabarekspres.com/2020/10/05/meningkatkan-kualitas-pembelajaran-daring-dan-wajah-dunia-pendidikan-kita-bila-covid-19-tak-kunjung-reda/

Berita Lainnya