Geo Safari 2026 Hadirkan Inovasi Pembelajaran Geografi Berbasis Teknologi Geospasial

Geo Safari 2026 digelar pada Rabu, 29 April 2026 di SMA Negeri 1 Wonosari, Gunung Kidul, bekerja sama dengan MGMP Geografi Gunung Kidul. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru geografi dari berbagai sekolah dengan tujuan meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi geospasial. Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Danardono, S.Si., M.Sc dan Basyar Ihsan Arijuddin, S.Si., M.Sc.

Danardono membawakan materi “Pengenalan Teknologi Geospasial dan Praktik Drone” yang mencakup konsep dasar hingga pemanfaatan drone untuk pengambilan data lapangan. “Teknologi geospasial, termasuk drone, bisa membantu membawa kondisi nyata ke dalam kelas, jadi siswa tidak hanya memahami teori, tapi juga melihat langsung penerapannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan materi “Pengolahan Data Spasial dengan Google Earth Engine (GEE)”. Dalam penjelasannya, peserta dikenalkan pada cara mengolah dan menganalisis data spasial berbasis cloud secara lebih efisien. “Lewat GEE, proses analisis data yang biasanya cukup kompleks bisa jadi lebih cepat dan praktis, sehingga lebih mudah dimanfaatkan dalam pembelajaran,” tambahnya.

Sementara itu, Basyar Ihsan Arijuddin membahas “Pengintegrasian Teknologi Geospasial dalam Materi Pembelajaran Geografi”. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman. “Teknologi geospasial bisa membantu membuat pembelajaran lebih kontekstual dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi,” jelasnya.

Melalui Geo Safari 2026, para guru diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi geospasial dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pembelajaran geografi yang lebih relevan dan adaptif di sekolah.

Berita Lainnya