Transformasi Teori Menjadi Aksi: Cerita Seru Mahasiswa Geografi UMS dalam Kuliah Kerja Lapangan

“Belajar sambil menjelajah alam? Emangnya bisa?” Bisa banget dong! Di Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mahasiswa nggak cuma duduk manis di kelas sambil mencatat teori. Justru, salah satu momen paling seru selama kuliah adalah saat mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL), sebuah kegiatan belajar langsung di lapangan yang wajib diikuti. Nah, serunya lagi, KKL ini bukan cuma satu kali, tetapi dilaksanakan tiga tahap, yaitu KKL I (Pengenalan Bentanglahan), KKL II (Pengukuran Proses dan Hasil Proses Fenomena Geosfer), dan KKL III (Analisis Kewilayahan). Di setiap tahap, mahasiswa diajak mengenal, mengukur, dan menganalisis fenomena geosfer secara nyata dan menyenangkan!

Kegiatan KKL I mahasiswa mulai dengan tahap pengenalan bentanglahan. Mahasiswa diajak menyusuri wilayah dari bagian utara hingga selatan Pulau Jawa seperti Semarang, Magelang, Bantul, Wonogiri, hingga Gunung Kidul. Pada kegiatan ini, mahasiswa belajar mengenali berbagai bentuk bentang lahan mulai dari kawasan gunungapi (vulkanik), sungai (fluvial), struktur geologi, pantai (marin), gurun pasir (aeolin), lahan kapur (solusional), hingga wilayah yang terbentuk dari aktivitas manusia (antropogenik). Meski terdengar seperti pelajaran berat, di lapangan semuanya jadi terasa seru karena dilakukan sambil menjelajah, berinteraksi dengan alam, dan tentunya bareng teman-teman seangkatan.

Berlanjut pada kegiatan KKL II, mahasiswa mulai berperan layaknya peneliti lapangan dengan menggunakan alat-alat survei lapangan seperti GPS Garmin, drone UAV, kompas geologi, hingga alat ukur debit air. Fokus utamanya adalah mengukur proses dan hasil dari fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah, contohnya yang pernah dilakukan di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Mahasiswa melakukan berbagai pengukuran seperti membuat profil sungai, menghitung debit air, mencatat arah dan kemiringan batuan (strike and dip), menganalisis kontur air tanah, serta menggambar profil lereng. Bukan hanya kondisi fisik wilayah, mahasiswa juga diajak untuk memahami sisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat melalui survei, termasuk melihat cara masyarakat beradaptasi dengan lingkungannya.

Nah, KKL III adalah puncak dari keseluruhan pengalaman lapangan mahasiswa. KKL ini mahasiswa tidak lagi hanya mengamati atau mengukur, tetapi mulai menyusun analisis kewilayahan secara menyeluruh berbasis data, teknologi, dan pendekatan spasial. Semua ilmu dan teknik yang telah dipelajari sebelumnya—mulai dari observasi morfologi, pengukuran geosfer, hingga survei sosial—diintegrasikan untuk memahami suatu wilayah dengan lebih dalam dan tematik. Kegiatan ini mencakup survei lapangan yang lebih mendalam, wawancara dengan warga lokal, pengumpulan data sekunder dari citra satelit hingga data BPS, serta validasi langsung di lapangan. Mahasiswa juga menggunakan berbagai teknologi mutakhir seperti drone mapping, penginderaan jauh, pemetaan berbasis sistem informasi geografis (SIG), dan bahkan pemodelan spasial berbasis komputer. Salah satu wilayah yang pernah dikaji adalah Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Mahasiswa mengangkat tema-tema yang sangat menarik dan aplikatif, seperti pemetaan potensi wisata menggunakan WebGIS, pembuatan model spasial 3D simulasi tsunami, dan masih banyak lagi. Tak hanya menghasilkan laporan, KKL III juga mendorong mahasiswa untuk menciptakan peta tematik, visualisasi interaktif, dashboard pemantauan wilayah, bahkan rekomendasi kebijakan berbasis spasial.

Adanya Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini, mahasiswa Fakultas Geografi UMS mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya langsung di lapangan. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan analisis spasial, berpikir kritis, serta memahami dinamika lingkungan dan masyarakat secara nyata. KKL juga mendorong mahasiswa untuk terbiasa bekerja dalam tim, beradaptasi dengan kondisi lapangan, dan berinteraksi dengan berbagai pihak. Siap jadi bagian dari petualangan geografi selanjutnya?

 

Kontributor: Adit Nurrima 

Berita Lainnya