Raker Fakultas Geografi UMS 2026 Rumuskan Strategi Penguatan Mutu Akademik dan Riset

Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Ruang Al-Idrisi, Gedung I, Senin (24/8). Kegiatan yang diikuti seluruh dosen dan tenaga kependidikan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus menyusun strategi penguatan mutu akademik, riset, kemahasiswaan, dan kerja sama internasional.

Dekan Fakultas Geografi UMS, Jumadi, Ph.D, menegaskan bahwa arah pengembangan fakultas sejalan dengan transformasi UMS menuju universitas unggul dan berkelas dunia. Transformasi tersebut mencakup enam bidang strategis, mulai dari pendidikan, sarana prasarana dan keuangan, pembelajaran dan employability, SDM dan digitalisasi, riset dan inovasi, hingga perencanaan dan mutu.

Di bidang pendidikan, UMS tengah menyiapkan pedoman penggunaan Artificial Intelligence (AI) Generatif sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sementara itu, pada bidang sarana prasarana, setiap fakultas didorong memiliki laboratorium uji yang mampu mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian.

Pada bidang SDM dan digitalisasi, Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) sedang menyusun katalog Key Performance Indicator (KPI) bagi tenaga kependidikan dan pejabat struktural. Adapun di bidang riset, pengabdian kepada masyarakat (PkM), dan inovasi, fakultas didorong untuk meninjau kembali roadmap pengembangan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Meski mencatat capaian publikasi yang terus meningkat, Jumadi menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan perolehan hibah penelitian.

“Publikasi di Fakultas Geografi sudah cukup banyak. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan artikel yang selama ini dipublikasikan pada prosiding konferensi agar dapat menembus jurnal bereputasi Q1, Q2, dan Q3 yang lebih berdampak. Selain itu, jumlah hibah penelitian juga perlu terus ditingkatkan, baik dari Hibah BIMA, RisetMU, maupun sumber pendanaan lainnya,” ujarnya.

Prodi Geografi Siapkan Kurikulum Berbasis AI dan Project Learning

Ketua Program Studi Geografi, Danardono, M.Sc, menyampaikan bahwa Prodi Geografi menargetkan untuk mempertahankan status Akreditasi Unggul pada tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, program revitalisasi dan penyesuaian akan dilakukan pada periode 2026/2027, kemudian dilanjutkan dengan tahap akselerasi pada 2027/2028.

Salah satu agenda utama adalah pengesahan revisi kurikulum paling lambat tahun 2027. Kurikulum tersebut akan mengakomodasi pemanfaatan Generative AI, penguatan pembelajaran berbasis proyek (project learning), serta peningkatan pengalaman belajar mahasiswa melalui kegiatan pembelajaran di luar kampus.

Selain itu, Prodi Geografi juga berencana memperkuat budaya akademik melalui penyelenggaraan diskusi ilmiah rutin yang melibatkan dosen dan mahasiswa setiap bulan. Penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium serta peningkatan partisipasi alumni dalam tracer study hingga minimal 80 persen juga menjadi prioritas pengembangan.

Prodi SaIG Perkuat Pembelajaran Digital dan Persiapan Akreditasi Unggul

Sementara itu, Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pencapaian akreditasi unggul pada tahun 2030. Fokus pengembangan diarahkan pada integrasi hasil penelitian dan pengabdian ke dalam proses pembelajaran, optimalisasi platform SPADA sebagai media pembelajaran digital, serta kelulusan tepat waktu mahasiswa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di bidang teknologi geospasial dan Geo-Artificial Intelligence yang terus berkembang.

Laboratorium Menuju Green and Smart Laboratory

Pada sesi pengembangan laboratorium, Kepala Laboratorium Fakultas Geografi, M. Iqbal Taufiqurrahman S, M.Sc., M.URP, menjelaskan bahwa layanan laboratorium saat ini terbagi dalam tiga klaster utama, yakni pengujian, survei dan pemetaan, serta pengolahan data. Namun demikian, laboratorium masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan jumlah dan kompetensi tenaga laboran.

“Pada klaster pengujian terdapat dua laboratorium, yaitu pengujian air, tanah, dan parameter lingkungan yang saat ini hanya didukung satu laboran. Begitu pula pada klaster survei dan pemetaan yang juga hanya memiliki satu laboran. Sementara untuk klaster pengolahan data, hingga saat ini belum tersedia tenaga laboran,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pihak laboratorium mengusulkan penambahan sedikitnya dua tenaga laboran baru. Di sisi lain, sejumlah langkah pengembangan juga tengah dilakukan, mulai dari pengajuan sertifikasi laboratorium pengujian SNI ISO 17025:2015, penerapan metode flipped learning dalam praktikum melalui penyediaan video pembelajaran, hingga pelatihan pemanfaatan SPADA bagi asisten laboratorium.

Melalui berbagai strategi yang dirumuskan dalam Raker 2026, Fakultas Geografi UMS menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing riset, serta mempercepat transformasi digital guna mendukung terwujudnya fakultas yang unggul dan berdaya saing global. (*)

Berita Lainnya