Enam bulan ke depan, mahasiswa peserta Student Inbound Mobility dari University Kebangsaan Malaysia (UKM) akan menjalani kehidupan akademik sebagai bagian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tak hanya mengikuti perkuliahan, mereka juga akan mengikuti workshop laboratorium sekaligus mengenal budaya dan kehidupan mahasiswa di Solo.
Para mahasiswa tiba di Solo pada Minggu (20/9/2026) sebelum mengikuti kegiatan welcoming yang digelar Fakultas Geografi UMS di Ruang Al-Idrisi, Selasa (22/9/2026).
Dekan Fakultas Geografi UMS, Prof. Jumadi, Ph.D, menjelaskan bahwa mulai tahun ini Fakultas Geografi UMS menerapkan skema transfer kredit penuh selama enam bulan. Dengan skema tersebut, mata kuliah yang ditempuh mahasiswa selama mengikuti program akan diakui sebagai kredit semester.
“Selama enam bulan di sini, kalian sebagai mahasiswa UMS. Anggap saja kampus ini sebagai kampus kalian juga,” ujar Prof. Jumadi dalam kegiatan welcoming tersebut.
Selama mengikuti program, mahasiswa akan menempuh sembilan mata kuliah, yaitu Geomorfologi Dasar, Pengolahan Citra Digital, Praktikum Pengolahan Citra Digital, Analisis dan Pemodelan Spasial, Praktikum Analisis dan Pemodelan Spasial, Analisis Dampak Lingkungan, Geografi Perkotaan, Geopolitik dan Geostrategi Indonesia, dan KKL 1. Untuk mendukung proses pembelajaran, materi dan presentasi perkuliahan akan diberikan oleh dosen Fakultas Geografi UMS dalam bahasa Inggris. Hal ini dilakukan karena terdapat sejumlah istilah yang memiliki perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu.
Jumadi menegaskan bahwa Fakultas Geografi UMS memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa selama menjalani program. “Geografi full support,” tegasnya.
Menurut Wakil Dekan 1 Fakultas Geografi UMS, Dr Choirul Amin, M.M, kesempatan berada di Indonesia selama enam bulan juga perlu dimanfaatkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya. Karena itu, mahasiswa tidak hanya didorong untuk fokus pada aspek akademik, tetapi juga berinteraksi dengan mahasiswa UMS, mengenal bahasa, serta memahami kehidupan dan budaya lokal.
“Jangan hanya belajar secara akademiknya, tapi juga belajar budayanya. Termasuk mengenal mahasiswanya, bahasa, dan lain-lain,”pesan Wakil Dekan 1 FG UMS yang kerap disapa Pak Choi.
Program Student Inbound Mobility ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Geografi UMS memperkuat pengalaman pembelajaran internasional melalui pertukaran akademik dan budaya. Selama enam bulan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lingkungan Geografi UMS, tetapi juga membawa pulang pengalaman baru tentang kehidupan, budaya, dan masyarakat Indonesia.






