Geografi UMS Perkuat Inovasi Kurikulum Terapan Lewat Kolaborasi Internasional dengan UGM dan TH Köln

Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong transformasi pembelajaran berbasis praktik lapangan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Faculty of Spatial Development and Infrastructure Systems, Technische Hochschule Köln (TH Köln), Jerman, pada 27 November 2025.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Geografi UMS untuk memperluas kerja sama akademik dalam pengembangan kurikulum terapan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika global.

Kunjungan ini dihadiri oleh civitas akademika Fakultas Geografi UMS, Professor Johannes Hamhaber dan Günther Straub dari TH Köln, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dari Fakultas Geografi UGM, serta organisasi nirlaba Kota Kita.

Dorong Real Lab sebagai Fondasi Kurikulum Baru

Wakil Dekan II Fakultas Geografi UMS, Dr. Aditya Saputra, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa diskusi utama dalam pertemuan ini mengarah pada kolaborasi penyusunan kurikulum inovatif bertajuk Erasmus Plus, yang menekankan pembelajaran berbasis real lab atau living laboratory. “Pendekatan real lab menjadi inti dari rancangan kurikulum ini. Pembelajaran diarahkan pada persoalan nyata di masyarakat agar mahasiswa mampu menghasilkan solusi yang relevan,” jelas Aditya.

Ia menambahkan bahwa tahap berikutnya adalah penyusunan proposal formal yang akan didukung penuh oleh Fakultas Geografi UMS. Harapannya, kolaborasi ini dapat memperoleh pendanaan dan menjadi bagian dari siklus pembaruan kurikulum UMS di tahun-tahun mendatang.

Model Pembelajaran Transformatif dari TH Köln

Perwakilan TH Köln, Günther Straub, memaparkan bahwa Erasmus Plus dirancang untuk memperkuat kapasitas universitas melalui pendekatan transdisciplinary transformative science. Kurikulum ini membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pihak eksternal lainnya. “Universitas perlu membangun pengetahuan yang berangkat dari masalah nyata. Melalui Erasmus Plus, pembelajaran akan semakin terhubung dengan konteks sosial di sekitarnya,” ujarnya.

Günther juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran berkualitas dan berdampak.

UMS Jadi Mitra Strategis dalam Kolaborasi Asia Tenggara–Eropa

Peneliti TH Köln sekaligus profesor di bidang pengembangan spasial, Professor Johannes Hamhaber, menjelaskan bahwa fakultasnya memiliki sejumlah program magister unggulan, seperti Renewable Energy Management hingga Natural Resources Management and Development, yang selama ini berfokus pada teknologi terapan dan strategi pengembangan spasial.

Kerja sama internasional yang telah dijalin TH Köln di kawasan Asia Tenggara, termasuk dengan Fakultas Geografi UGM dan UMS, diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik dan implementasi kurikulum terapan secara regional.

Sementara itu, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dari Fakultas Geografi UGM menegaskan bahwa UMS merupakan mitra terdekat yang potensial untuk terlibat dalam kolaborasi Erasmus Plus. “UGM berkomitmen tidak hanya membangun jejaring dengan mitra global, tetapi juga mengajak perguruan tinggi nasional untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program internasional,” tuturnya.

Langkah Awal Menuju Transformasi Pendidikan Geografi UMS

Kunjungan ini menandai langkah awal UMS dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran berbasis tantangan nyata. Kurikulum terapan yang dirancang bersama mitra internasional diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam riset lapangan, memperkuat kompetensi dosen dalam penyelenggaraan real lab, serta memperluas jejaring kerja sama internasional Fakultas Geografi UMS.

Dengan komitmen yang kuat dan dukungan kolaboratif dari berbagai institusi, Fakultas Geografi UMS optimistis dapat menghadirkan kurikulum yang lebih relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. (*)

Berita Lainnya